GBI Perry Warjiyo: "Rupiah Perlahan Menguat Setelah Perang Dagang Mereda"

GBI Perry Warjiyo: "Rupiah Perlahan Menguat Setelah Perang Dagang Mereda"


Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di penutupan pasar spot akhir pekan ini. Dengan demikian, rupiah sudah menguat 2 hari beruntun.

Stabilnya nilai tukar rupiah ditengarai ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China mulai mereda. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kepada wartawan.

Saat ini investor global sudah melihat kondisi perang dagang akan berdampak buruk pada ekonomi AS. Oleh sebab itu, investor mulai menarik investasinya dari negeri Paman Sam dan mulai menanamkannya kembali ke negara-negara berkembang.

"Perang dagang ini tidak baik untuk ekonomi AS sehingga mereka lihat mulai menginvestasikan ke berbagai negara emerging market," ujar dia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang kembali mendapat suntikan investasi. Bahkan arus modal masuk sudah mulai kembali ke Indonesia sebelum insiden krisis keuangan melanda Turki. Indonesia dipandang memiliki prospek yang baik dan dibedakan dengan sejumlah negara emerging market.

"Arus modal asing masuk ke Indonesia sebelum krisis Turki sudah masuk," ujar dia.

Selain itu, kepercayaan investor dalam negeri maupun global juga sudah kembali seiring kebijakan-kebijakan yang sudah diambil BI selaku otoritas moneter.

"Confident investor domestik maupun global terhadap langkah kebijakan BI cukup kuat kalau ke investor besar Singapura, London, New York, mereka confident ke ekonomi itu kuat, kebijakan moneter preemtive pendalaman pasar valas yang dilakukan, langkah konkret pemerintah untuk turunkan CAD ini kredibel," kata dia.

No comments