OJK Klaim Pasar Tidak Khawatir Kondisi Ekonomi

OJK Klaim Pasar Tidak Khawatir Kondisi Ekonomi


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan pertemuan antara Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, Pemerintah dan pelaku pasar guna membahas kondisi pasar modal tanah air saat ini. Dalam pertemuan tersebut OJK mengklaim tidak ada kekhawatiran sedikitpun dari pelaku pasar.

"Sebetulnya tidak ada pertanyaan lebih banyak dari mereka, ini kan sudah dijelaskan oleh pemerintah dari sisi fiskal dan BI. Sudah itu saja," terang Hoesen, Jumat (7/9).

Dalam hal ini, Hoesen menyebut volatilitas pasar modal saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi global, seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. Selain itu, krisis ekonomi di Argentina, Afrika Selatan, dan Turki.

"Namun kinerja pasar modal masih cukup baik, tercermin dari maraknya aktivitas perusahaan yang menggalang dana melalui pasar modal," jelas Hoesen.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan kondisi ekonomi dalam negeri masih cukup baik karena pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 cukup tinggi, yakni 5,27 persen.

Hanya saja, terkait defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/cad) yang semakin melebar pada kuartal II 2018, Suahasil menyebut pemerintah sudah berupaya menekannya dengan kebijakan B-20 nonsubsidi, dan kenaikan tarif barang impor.

"Tantangan pertumbuhan ekonomi ke depannya bersumber dari dinamika perekonomian global, tekanan pasar keuangan akibat normalisasi moneter," papar Suahasil.

Hoesen menambahkan atas seluruh penjelasan tersebut pelaku pasar yang hadir dalam sosialisasi pagi ini tak memperlihatkan keresahannya meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun hampir empat persen dua hari lalu.

No comments