Pemerataan Pembangunan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia



Pemerataan Pembangunan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia





Pembangunan sosial dan ekonomi yang tidak merata antarwilayah merupakan salah satu tantangan utama pembangunan Indonesia. Pertumbuhan ekonomi selama dua dekade terakhir masih terkonsentrasi di pulau Jawa, yang berkontribusi sekitar 58 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Di sisi lain, pembangunan sosial dan ekonomi di luar pulau Jawa, khususnya bagian timur Indonesia mengalami ketertinggalan meskipun daerah tersebut kaya sumber daya alam. Berbagai upaya untuk mengatasinya masih perlu ditingkatkan lagi.

Pemerintah akan berupaya agar pemerataan ekonomi bisa menyebar hingga ke daerah. Bila pemerataan ekonomi daerah terwujud, bisa membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional ke level 6%.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerataan ekonomi daerah tersebut dilakukan dengan pemerataan infrastruktur dan penyebaran konektivitas. Ia menargetkan bahwa pada tahun 2045 mendatang, perekonomian Pulau Jawa yang selama ini menyumbang 60% pertumbuhan ekonomi nasional akan berkurang menjadi 55%. Selebihnya menyebar ke wilayah lain.

Untuk mengatasi ketimpangan wilayah yang terjadi antarwilayah dan intrawilayah, strategi yang dikedepankan mengarah pada pembangunan dengan karakteristik wilayah tertentu.

Strategi itu yakni pembangunan wilayah dengan potensi dan daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi, pembangunan wilayah dengan skala ekonomi wilayah dan ekonomi lokal yang potensial, dan pembangunan wilayah dengan infrastruktur dan pelayanan dasar yang tertinggal, yang menitikberatkan pada pembangunan di daerah tertinggal, kawasan perbatasan, daerah kepulauan, dan kawasan timur Indonesia.




No comments