Pemerintah Pastikan Utang Perusahaan Negara Aman, Walaupun Infrastruktur Sedang Berjalan

Pemerintah Pastikan Utang Perusahaan Negara Aman

Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Untuk itu, pemerintah membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga terpaksa pemerintah melakukan tambahan utang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan pembiayaan infrastruktur yang berasal dari utang masih relatif aman. Pasalnya rasio utang negara terhadap Produktivitas Domestik Bruto (PDB) tidak melebihi batas yang ditentukan oleh Undang-Undang.

"Dengan mudah kita katakan pembangunan infrastruktur di Indonesia akan membawa keuntungan yang banyak buat ekonomi kita. Sepanjang pembangunan kita juga akan menjaga rasio utang terhadap GDP kita yang sudah ditentukan Undang-Undang," ujarnya dalam acara Forum Merdeka Barat di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.

Apalagi lanjut Robert, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara juga masih relatif terjaga. Di mana defisit APBN bisa terjaga di angka 3%.

"Defisitnya juga dijaga 3% itu aman. Memang ada isu-isu penyerapan pembebasan lahan yang selalu menghambat," jelasnya.

Sebagai informasi, pembiayaan infrastruktur ada tiga sumber yang didapatkan oleh pemerintah. Ketiga sumber tersebut yakni pembiayaan melalui APBN, penugasan kepada BUMN dan juga dengan bekerjasama pada swasta.

Dari proyek infrastruktur publik yang digarap saat ini, porsi keterlibatan anggaran pemerintah masih cukup besar yakni 41,3%. Sedangkan BUMN mengambil porsi 22,2% dan swasta mencapai 36,5%.

No comments