Sri Mulyani Akan Andalkan B20 & Tarif Impor Untuk Tekan Defisit MIGAS

Sri Mulyani Akan Andalkan B20 & Tarif Impor Untuk Tekan Defisit MIGAS

Pemerintah bakal menutup defisit neraca perdagangan yang disumbang oleh impor minyak dan gas (migas) dengan penerapan program mandatori biodiesel 20% (B20).

Pelaksanaan B20 diyakini Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menjadi kunci bagi pemerintah dalam menekan defisit neraca perdagangan.

Penerapan B20 akan memberikan jawaban apakah defisit neraca perdagangan yang sudah terjadi belakangan ini menjadi anomali atau sebuah tren yang baru.

Berdasarkan diskusi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, pemerintah terus berupaya menjaga kinerja neraca perdagangan secara keseluruhan.

"Tadi berdasarkan pembahasan dengan para Menteri BUMN, Pertamina, Menteri ESDM, Menko Perekonomian, kami dan Bank Indonesia akan terus mencoba menjaga dan terus melihat perkembangannya," tutup dia.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit di bulan Agustus sebesar US$ 1,02 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tekornya neraca dagang RI di Agustus masih disumbang tingginya impor di sektor migas.

"Apa yang sebabkan defisit US$ 1,02 miliar, karena defisit dari migas sebesar US$ 1,6 miliar, tapi non migas masih surplus US$ 630 juta," kata dia saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2018).

No comments