Jokowi Ingin Listrik Merata Seperti BBM Satu Harga

Jokowi Ingin Listrik Merata Seperti BBM Satu Harga
Pemerintah berupaya menciptakan pemerataan pembangunan ke wilayah pinggiran terdepan, terluar dan terpencil (3T), salah satunya terkait pasokan listrik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pasokan listrik bisa merata seperti penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Program BBM Satu Harga.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, Presiden ingin pasokan listrik merata dirasakan masyarakat Indonesia.

20170621-PLN Berikan Diskon Biaya Penyambungan Tambah Daya-Antonius
Petugas PLN melakukan penyambungan penambahan daya listrik di Jakarta, Rabu (21/6). Menyambut lebaran, PLN memberikan bebas biaya penyambungan untuk rumah ibadah dan potongan 50 persen untuk pengguna selain rumah ibadah. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah berupaya menciptakan pemerataan pembangunan ke wilayah pinggiran terdepan, terluar dan terpencil (3T), salah satunya terkait pasokan listrik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pasokan listrik bisa merata seperti penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Program BBM Satu Harga.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, Presiden ingin pasokan listrik merata dirasakan masyarakat Indonesia.


"Pak Jokowi ingin listrik merata. Pertama merata dulu seperti BBM Satu Harga," kata dia di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Menurut Rida, masyarakat yang belum bisa menikmati listrik secara otomatis belum menikmati subsidi listrik yang disediakan negara. Sebab itu perlu ada pemerataan listrik sehingga masyarakat yang berada di ‎wilayah 3T bisa ikut menikmati subsidi listrik.

"Selain BBM satu harga, soal listrik, orang yang belum dapat listrik itu nggak dapat subsidi. Jadi yang dikedepankan itu pemeratannya," tuturnya.

Rida melanjutkan, ‎untuk mengalirkan listrik ke wilayah 3T tidak bisa semuanya menggunakan sumber listrik yang ada.

Namun perlu memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mempercepat kelistrikan di wilayah 3T. "Jadi untuk beberapa daerah kita bisa akselerasikan EBT terutama di timur," tandas dia.

No comments