Deddy Mizwar: Prabowo Salah kalau sebut Penghasilan Gubernur Sedikit

Deddy Mizwar: Prabowo Salah kalau sebut Penghasilan Gubernur Sedikit
Sebagai orang yang merasakan langsung duduk di kursi pemerintahan, Deddy Mizwar angkat bicaa bicara soal pernyataan calon presiden Prabowo Subianto, yang mengatakan bahwa gaji aparatur sipil negara (ASN) dan kepala daerah seperti gubernur yang rendah menyebabkan munculnya perilaku korupsi.

Menurut Deddy, untuk gaji gubernur sebenarnya tak bisa dibilang sedikit, karena ada komponen lain. Dengan demikian, kata dia, selain gaji pokok, gubernur juga mendapatkan tunjangan utama. Bahkan digabungkan dengan biaya operasional.

"Karena angka gaji pokok dan tunjangan utama itu belum digabungkan dengan tunjangan biaya operasional yang mencapai ratusan juta rupiah per bulan. Dengan demikian, Prabowo bisa dikatakan menyebarkan disinformasi," jelas Deddy.

Dia pun memberikan data tentang penghasilan gubernur dari gabungan semua komponen itu. Di antaranya, penghasilan Gubernur DKI Jakarta yang mencapai Rp 1.759.303.048. Kemudian Gubernut Jabar Rp 710.026.578, Jatim Rp 670.843.873, Jateng Rp 489.701.560, dan Kaltim Rp 395.644.500.

Lalu ada Gubernur Banten Rp 299.222.125, Sumut Rp 376.185.564, Kalsel Rp 239.185.623, Sulsel Rp 228.940.362, dan Riau Rp 217.271.662.

Sebelumnya, capres Prabowo Subianto mengatakan gaji yang rendah menyebabkan munculnya perilaku korupsi. Para birokrat pun terbuai melakukan tindak pidana korupsi karena khawatir tidak memiliki uang yang cukup di masa depannya.

"Ada ketakutan pada masa depan mereka (aparatur negara), jadi disitulah terjadi sikap ragu-ragu dan sikap tidak kuat mendapat godaan, tawaran-tawaran dari swasta untuk bertindak di luar kepentingan rakyat, kepentingan umum," jelas Prabowo dalam debat capres, Kamis (17/1/2019) malam.

Jika terpilih jadi presiden, Prabowo pun berjanji menggenjot gaji ASN dengan menaikkan tax ratio dari 10 persen ke 16 persen. Prabowo pun ingin koruptor untuk dikirim ke pulau terpencil dan dihukum menambang pasir secara terus-menerus.


No comments