Indeks Daya Saing Indonesia Meningkat

Indeks Daya Saing Indonesia Meningkat
INDONESIA berada di peringkat 45 dari 140 negara dalam hal daya saing berdasarkan Global Competitiveness Index 4.0 yang dirilis World Economic Forum (WEF) di Jenewa, Swiss, Selasa (16/10) waktu setempat.

Peringkat Indonesia ini lebih baik jika dibandingkan tahun lalu yang berada di posisi 47. Di dalam indeks tersebut, Indonesia unggul dari Meksiko yang berada di posisi 46, Filipina (56), India (58), Turki (61), dan Brasil (72). Namun, peringkat Indonesia masih berada di bawah Malaysia dan Thailand yang masing-masing menempati peringkat 25 dan 38.

Ada sejumlah komponen yang diteliti dalam indeks tersebut antara lain institusi, infrastruktur, kesiapan teknologi informasi dan komunikasi, stabilitas makroekonomi, kesehatan, keterampilan, pangsa pasar, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, dinamika bisnis, hingga kapasitas inovasi.

"Metodologi Global Competitiveness Report terbaru juga memberikan pandangan tentang kesiapan negara untuk masa depan terutama menghadapi industri 4.0, modal sosial, hingga dukungan terhadap bisnis disruptif, dan kekhawatiran utang," tulis WEF.

Terkait nilai pada setiap komponen, Indonesia mencatat skor 58 atau peringkat 48 dalam hal institusi. Adapun dalam hal infrastruktur, Indonesia berada pada peringkat 71 atau skor 67.

Soal pengadopsian teknologi informasi komunikasi, Indonesia berada pada peringkat 50 dengan skor 61. Kemudian, dalam hal stabilitas makroekonomi, Indonesia berada di peringkat 51 dengan skor amat tinggi, 90. Lalu, dalam hal kesehatan dan keterampilan, Indonesia masing-masing berada pada peringkat 95 (skor 72) dan 62 (skor 64). Selanjutnya, dalam hal pasar tenaga kerja, Indonesia berada pada peringkat 82 dengan skor 58.

Perubahaan metodologi dalam pemeringkatan WEF kali ini yang lebih berorientasi menuju pertumbuhan berbasis teknologi (revolusi Industri 4.0) di masa depan, telah menggusur Swiss di peringkat pertama daya saing global yang telah bertengger selama sembilan tahun berturut-turut ke peringkat keempat, digantikan oleh Amerika Serikat.

Peringkat tahun lalu, dengan metodologi yang berbeda, menempatkan Amerika Serikat di posisi kedua ekonomi paling kompetitif di dunia. Tahun ini, peringkat kedua diduduki oleh Singapura, posisi ketiga ditempati Jerman, disusul Swiss dan Jepang.

"AS mendapat nilai 85,6 yang pada dasarnya berarti itu masih sekitar 14 poin dari batas daya saing," kata Saadia Zahidi, seorang anggota dewan pelaksana WEF, seperti di situs resmi mereka.

Laporan daya saing global 2018, menyebutkan bahwa di tengah perubahan teknologi yang cepat, polarisasi politik dan pemulihan ekonomi yang rapuh, sangat penting untuk mendefinisikan, menilai, danmengimplementasikan jalur baru pertumbuhan dan kemakmuran.

Produktivitas menjadi penentu paling penting dalam pertumbuhan dan pendapatan jangka panjang.

No comments