MENLU: 278 WNI Dibebaskan dari Ancaman Hukuman Mati di Luar Negeri

MENLU: 278 WNI Dibebaskan dari Ancaman Hukuman Mati di Luar Negeri
Pemerintah mengklaim telah menyelamatkan 278 warga negara Indonesia dari ancaman hukuman mati selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Klaim pemerintah membebaskan ratusan WNI dari hukuman mati itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam paparan empat prioritas diplomasi, yaitu kedaulatan NKRI, perlindungan WNI di luar negeri, diplomasi ekonomi, dan peran Indonesia di kawasan dan global.

"Melindungi WNI merupakan amanat konstitusi, yang harus ditunaikan dengan baik," kata Retno melalui keterangan pers dikutip Beritagar, Kamis (10/1/2019).

Retno mengatakan pemerintah membangun sistem perlindungan melalui Portal Peduli WNI yang diterapkan serentak di seluruh Perwakilan Indonesia per Januari 2019. Portal Peduli WNI merupakan platform tunggal dan terintegrasi untuk pelayanan dan perlindungan WNI.

Portal Peduli WNI, kata Retno, menjadi etalase Indonesia dalam perlindungan WNI di luar negeri. Portal ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Luar Negeri dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Ditjen Dukcapil Kemendagri, dan BNP2TKI.

Selama empat tahun periode kepemimpinan Presiden Jokowi, Retno mengatakan ada 278 warga negara Indonesia yang bebas dari ancaman hukuman mati. Selama periode itu, terdapat pula 73.503 kasus telah diselesaikan.

Kementerian Luar Negeri, ujar Retno, juga telah merepatriasi 181.942 WNI/TKI bermasalah (termasuk overstayers); 16.432 WNI telah dievakuasi dari daerah perang, konflik politik dan bencana alam di seluruh dunia; 37 WNI yang disandera di Filipina dan Somalia telah dibebaskan.

Pada awal 2019, 3 orang sandera di Kongo juga dapat dibebaskan, sehingga total sandera yang sudah dibebaskan adalah 40 orang. "Dan lebih dari Rp574 miliar, hak finansial WNI/TKI di luar negeri berhasil dikembalikan," kata Retno.

No comments