Para Penyandang Disabilitas Mendapatkan Kesetaraan Hak di Era Jokowi

Para Penyandang Disabilitas Mendapatkan Kesetaraan Hak di Era Jokowi
Komitmen Presiden Jokowi dalam membangun Indonesia inklusi dan ramah disabilitas tidak diragukan lagi. Hal ini terlihat dari kesungguhan Jokowi mendorong penyandang disabilitas untuk lebih berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan. Berbagai langkah baik dari sisi perundang-undangan maupun dari sisi program afirmatif yang responsif disabilitas telah dilakukan dan dirasakan manfaatnya oleh penyandang disabilitas. Komitmen, kesungguhan, dan keberpihakan Jokowi menumbuhkan harapan bahwa kehidupan penyandang disabilitas akan jauh lebih baik di masa yang akan datang.

Adanya keinginan yang kuat dari pemerintahan Jokowi untuk implementasi UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dibuktikan dengan ditandatanganinya Keppres No. 9 tahun 2018 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah. Keppres No. 9 tahun 2018 ini sudah memasukkan 4 RPP yaitu : (1) RPP tentang Rehabilitasi dan Habilitasi Sosial Penyandang Disabilitas; (2) RPP tentang Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas; (3) RPP tentang Akomodasi Yang Layak Bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas; (4) RPP tentang Perencanaan, Penyelenggaraan dan Evaluasi Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Dengan adanya Keppres No. 9 tahun 2018, diharapkan pemenuhan hak penyandang disabilitas dapat terealisir. Tujuannya adalah untuk mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang lebih berkualitas, adil, sejahtera lahir dan batin, serta bermartabat. Selain itu, pelaksanaan dan pemenuhan hak juga ditujukan untuk melindungi penyandang disabilitas dari penelantaran dan eksploitasi, pelecehan dan segala tindakan diskriminatif, serta pelanggaran hak asasi manusia.

Keberpihakan Jokowi terhadap penyandang disabilitas terbukti dari berbagai kebijakan afirmatif yang sudah dijalankan, seperti Program Asistensi Penyandang Disabilitas Berat yang telah diberikan kepada 71.448 orang, Program Keluarga Harapan (Penyandang Disabilitas) 73.932 orang, dan Pemberian Alat Bantu Penyandang Disabilitas kepada 3.164 orang.

Fakta lain yang tak terbantah atas keberpihakan Jokowi terhadap penyandang disabilitas adalah dukungan bagi atlit PARA saat Asian Para Games 2018. Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah, membangun fasilitas yang ramah disabilitas. Atlit PARA baik dari Indonesia maupun negara lain merasa sangat dihormati dan dipenuhi hak-haknya, dan menikmati kemudahan aksesibilitas fasilitas publik baik infrastruktur maupun pelayanan lainnya sesuai kebutuhan mereka. Selain para atlit, kelompok disabilitas yang hendak menyaksikan pertandingan pun menjadi lebih mudah dengan adanya fasilitas yang ramah disabilitas tersebut.

Keberpihakan ini diperkuat lagi dengan kebijakan Jokowi memberikan bonus kepada atlit PARA sama seperti yang diberikan kepada atlit Asian Games 2018. Dimana pemerintah memberikan bonus bagi setiap atlit PARA yang meraih medali emas Rp. 1,5 miliar, medali perak Rp. 500 juta, medali perunggu Rp. 250 juta, bahkan atlit yang tidak meraih medali pun diberikan bonus 20 juta per orang sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas seluruh dedikasi dan perjuangan para atlit untuk bangsa dan negara.

Dalam masa pemerintahan Jokowi negara telah hadir untuk melindungi, menghormati, dan memajukan hak-hak penyandang disabilitas. Kehadiran negara di era Jokowi bagi penyandang disabilitas tidak hanya terbatas pada pengaturan perundang-undangan. Namun, negara juga hadir menjamin partisipasi penyandang disabilitas dalam segala aspek kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, politik, olah raga, seni dan budaya serta pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi.

Pencanangan kebijakan Indonesia inklusi dan ramah disabilitas menjadi harapan baru bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh kehidupan yang jauh lebih baik di masa depan. Inklusi disabilitas menegaskan penyandang disabilitas harus diberikan kemudahan akses, akomodasi dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa mengabaikan hak-hak mereka sebagai bagian masyarakat yang punya hak dan kesempatan sama dengan yang lainnya. Dasar gagasan inklusi agar warga kebutuhan khusus atau penyandang disabilitas juga punya hak yang sama, setara dan mendapatkan hak untuk bisa hidup mandiri.

No comments