180 ribu Ton Jagung yang di Impor itu Adalah Jagung tuk Pakan Ternak

180 ribu Ton Jagung yang di Impor itu Adalah Jagung tuk Pakan Ternak
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa impor jagung di tahun 2018 hanya sebesar 180 ribu ton. Namun, di sisi lain Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka impor jagung sebesar 737,22 ribu ton.

Merespons hal itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa data yang disebutkan oleh Jokowi benar adanya. Hanya saja, angka tersebut hanya mencakup untuk impor jagung pakan ternak.

Sedangkan, yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) tak hanya jagung pakan ternak saja. Melainkan juga ada jagung untuk industri sehingga angka data tersebut digabung.

Menurut Enggar, pada 2018 memang Indonesia masih mengekspor jagung baik untuk pakan maupun untuk industri. Namun untuk pakan ternak, jumlahnya menurun drastis.

"(180 ribu ton) Betul. Iya itu pokoknya ada dua, ada jenis jagung tertentu untuk industri yang beda," tandas dia.

Sebelumnya, Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan pangan. Salah satu bukti nyata ialah meningkatnya produksi jagung saat ini.

Jokowi mengatakan, pada 2014, Indonesia melakukan 3,5 juta ton impor jagung. Terbaru, pada 2018, impor jagung sudah hanya 180.000 ton. "Kita terima kasih pada petani," ujarnya saat debat kedua capres di Hotel Sultan, Minggu (17/2). (Panjang)

No comments