Gerakan Koalisi Alumni Diponegoro Dinilai Langkah Kongkret Dukung Jokowi

Gerakan Koalisi Alumni Diponegoro Dinilai Langkah Kongkret Dukung Jokowi
Alumni dari berbagai perguruan tinggi Jawa Tengah, yang menamakan Alumni Diponegoro mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.

Acara yang berlangsung di Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Kota Lama, Jawa Tengah itu, dihadiri belasan ribu orang. Banyak yang berada di luar gedung untuk menyambut Jokowi yang hadir di sana.

Nusyirwan Soejono, Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan yang juga alumni Universitas Diponegoro, merasa dukungan ini penting sekali. Pasalnya, inilah bentuk kekuatan yang sebenarnya.

"Gerakan ini merupakan bentuk dukungan konkret Koalisi Alumni Diponegoro kepada Joko Widodo untuk kembali menjadi Presiden," kata Nusyirwan, Minggu (3/1/2019).

Alumni Diponegoro berisikan perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta di Provinsi Jawa Tengah. Perguruan tinggi itu seperti Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, UIN Walisongo, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Katolik Soegijapranata,

Selain itu, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Tujuh Belas Agustus, Universitas Stikubank, dan lain-lain. Masih ditambah alumni SMA/SMK yang ada di Semarang.

Jokowi yang hadir, sempat memberikan pesan kepada para alumni yang merupakan kaum intelektual ini untuk bisa melawan hoaks.

"Saya berhadapan dengan intelektual-intelektual yang bisa kita harapkan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Jangan sampai kita biarkan hoaks ini merajalela sampai ke desa-desa, sangat berbahaya sekali," kata Jokowi di hadapan koalisi Alumni

Dia memberikan contoh beberapa isu hoaks yang merajalela jelang Pilpres, mulai dari 7 kontainer sudah dicoblos, hingga selang darah dipakai 40 kali di rumah sakit. "Begitu dijawab diam," ucap Jokowi.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengungkit terkait kasus hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet. Dia mengatakan Ratna sebagai pihak yang sudah dikenalnya adalah orang yang jujur dan berani. Karena itu, Jokowi pun mengacungkan jempol kepada Ratna.

"Sehingga waktu terakhir sudah ramai, beliau sampaikan apa adanya. Saya sampaikan apa adanya, saya acungi jempol pada Mba Ratna Sarumpaet ngomong apa adanya," ungkap Jokowi.

Dia mengatakan yang tidak benar adalah yang memberikan informasi bahwa Ratna babak belur lantaran dipukuli dan dianiaya. "Itu enggak benar. Itu maunya apa sih? Maunya sebetulnya apa? Nuduh kita kriminalisasi, itu saja sebetulnya arahnya," kata Jokowi.

Jokowi pun yakin masyarakat kini bisa cerdas. Dan tidak bisa termakan isu hoaks. "Tapi masyarakat sekarang ini cerdas dan masyarakat pintar-pintar. Dipikir masyarakat masih bodoh-bodoh," tegas Jokowi.

No comments