Jokowi Janji Beri Tunjangan Kinerja untuk PNS BPN

Presiden Joko Widodo mengaku senang dengan capaian kinerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang sudah berhasil membagikan sertifikat tanah sebanyak 9,4 juta bidang selama 2018. Untuk mengapresiasinya, Jokowi berjanji akan memberi tunjangan kinerja semaksimal mungkin bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS Kementerian ATR.



“Paling penting mau saya jawab dulu masalah tunjangan kinerja, belum sampai di meja saya. Tetapi perlu saya sampaikan untuk BPN (Badan Pertanahan Nasional) akan kita berikan tunjangan kinerja yang paling maksimal. Saya enggak tahu diajukan ke saya berapa. Tapi akan saya berikan maksimal, ini ucapan terima kasih yang kita berikan seluruh jajaran,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/2).

Jokowi mengatakan, saat ini seluruh target yang diberikan oleh pemerintah pusat selalu terlampaui. Untuk bisa mencapai target sertifikat sebanyak itu, memang tidak mudah. Tak jarang para ASN harus lembur.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut dulunya sertifikat tanah yang jadi paling hanya bisa mencapai 500.000 bidang saja per tahun. Namun, sejak 2015 jumlahnya naik menjadi lebih dari 5 juta sertifikat. Hingga terus melesat jadi 9 jutaan di 2018.

“Loncatan 10 kali lipat, tinggi sekali. Loncat lagi 7 juta jadi 9 juta. Ini harus diapresiasi (dengan) berikan penghargaan,” jelasnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, menuturkan pihaknya sudah mengajukan besaran tunjangan kinerja. Namun, belum diketahui pasti berapa besaran angka yang akan disetujui oleh Presiden. Selama ini, kata dia, tunjangan kinerja ASN memang ada range-nya. Untuk Kementerian ATR sendiri tunjangannya 60 persen. Dengan adanya kinerja yang baik, maka ia berharap tunjangan bisa naik jadi 90 persen.

“Kalau ATR kan 60 persen (tunjangan kinerjanya), kalau kinerja BPN yang luar biasa bagus (seperti saat ini) kalau gak bisa 100 persen, (mungkin) 90 persen sudah bagus sekali. Tapi kan kita berharap ya,” jelas Sofyan

Untuk nominalnya, kata Sofyan, tidak bisa disamaratakan. Sebab nilai tunjangannya akan berbeda-beda sesuai dengan grading remunerasinya, begitupun nominal untuk tiap kelas jabatannya. Selama ini yang mendapatkan tunjangan kinerja terbesar adalah Kementerian Keuangan yakni 100 persen.

“Kalau kemenkeu dapat 100 persen, kalau gradasi BPN selama ini 60 persen,” pungkasnya. 

No comments