TKN Bicara Soal Sikap Ponpes Pro-Jokowi di Cirebon

TKN Bicara Soal Sikap Ponpes Pro-Jokowi di Cirebon
Pondok Buntet Pesantren Cirebon menolak kunjungan Cawapres Sandiaga Uno. Penolakan tersebut karena ponpes sudah menetapkan dukungan ke pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mengingatkan Sandiaga untuk menghormati sikap politik Pondok Buntet. Dia juga menyarankan Sandiaga dan timsesnya untuk tidak ngeyel.

"Sebaiknya Pak Sandi atau timnya tidak perlu ngeyel. Hormati tuan rumah yang memang sudah menegaskan sikap politiknya. Sekalipun demokrasi memberikan kebebasan untuk memilih, tapi kita harus menghormati dan menghargai pilihan seseorang yang sudah menentukan hak pilihnya," kata Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Ace juga bicara soal sikap saling menghormati jika ada pondok pesantren yang tak ingin dikunjungi untuk urusan politik. Ace melihat, status Sandiaga yang sebagai cawapres ada kemungkinan bahwa kehadiran kubu 02 memiliki kepentingan politik.

"Kita harus menghormati lembaga pendidikan seperti pesantren yang memang tidak mau dikunjungi untuk urusan-urusan politik. Keinginan silaturahmi Sandiaga Uno ke Pesantren Buntet tentu konteksnya adalah karena dia cawapres. Maka tak terhindari bahwa ada maksud politik di balik kunjungannya," paparnya.

Sebelumnya, penolakan kepada Sandiaga itu beredar luas di media sosial dalam bentuk surat. Pimpinan Pondok Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin menjelaskan terpaksa mengeluarkan surat penolakan lantaran pihak Sandiaga dianggap ngeyel.

Sebab, sebelum dikeluarkannya surat tersebut, Timses Sandiaga Uno berkunjung ke Buntet untuk meminta izin, namun pihak Buntet menolak. Segenap keluarga besar Pondok Buntet secara tegas hanya mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Saya awalnya kaget dengar rencana kunjungan Pak Sandi ke Buntet. Ini kan tandanya ngeyel, akhirnya kita terpaksa membuat pernyataan," kata Adib.

Adib menjelaskan pihaknya khawatir terjadi bentrokan ketika Sandi memaksa berkunjung ke Buntet. Terlebih lagi, sikap politik pesantren tersebut tak berpihak kepada Prabowo-Sandiaga. Sebanyak 53 asrama yang ada di Buntet sepakat mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Silaturahmi itu baik, tapi mencegah sesuatu yang tidak baik terjadi, itu lebih baik. Saya berharap Pak Sandiaga legowo," ujarnya.

No comments