APK Jokowi di Brebes Dicoret 'PKI', TKD Yakin Pelakunya Kubu Lawan

Pembina Tim Kampanye Daerah (TKD) Paslon Jokowi-Maruf Amin Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indra Kusuma merasa yakin, pelaku perusakan dan pencoretan APK Jokowi adalah pendukung 02 Prabowo-Sandi. Tindakan ini kata Indra sebagai bentuk kepanikan kubu lawan.

"Saya yakin itu kubu sebelah pelakunya. Pendukung paslon 02 yang sudah panik akan kekalahan yang akan dialami dalam pilpres nanti," kata Indra Kusuma, Selasa (9/4/2019).



Pembina TKD yang juga Ketua DPC PDIP Brebes ini lebih lanjut menilai kepanikan kubu 02 ini karena sudah merasa kalah dalam pilpres sehingga melampiaskannya dengan merusak dan mencoret APK paslon 01. Menurutnya penulisan kata PKI dan banci sebagai bentuk kampanye hitam untuk menjatuhkan paslon 01.

"Tulisan PKI dan banci itu tujuannya supaya menjatuhkan paslon kami. Itu jelas kerjaan kubu lawan," tegas dia.

Dalam ajang pilpres kali ini, imbuh Indra, paslon 01 telah menunjukkan kehebatannya. Salah satunya adalah saat kampanye akbar di Alun-alun Brebes, yang disebutnya massa yang hadir mencapai ratusan ribu orang. Sementara kubu lawan, kata Indra, massa yang hadir dalam setiap kampanyenya lebih sedikit.

"Jadi kalau ada yang ngomong Brebes sudah dikuasai lawan itu bohong. Buktinya massa yang hadir sampai ratusan ribu orang saat kampanye kemarin," imbuh Indra.

Diwawancara terpisah, Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) paslon 02, dr Umar Utoyo menangkis tudingan tersebut. Selama masa kampanye, Umar Utoyo selalu menekankan pada para kader agar tidak melakukan hal hal yang buruk termasuk merusak APK.

"Kami tim Prabowo Sandi tidak melakukan itu. Dalam kampanye, kami tanamkan cara kampanye yang baik, menarik simpati warga dengan cara baik dan kami ingin menang dengan cara baik," tandas Umar Utoyo.

Dia mensinyalir, pencoretan APK dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja akan mengadu-domba. Dia mencontohkan, dalam kasus pemasangan baliho Raja Jokowi, awalnya menuduh bahwa pelakunya adalah tim dari 02.

"Masih ingat kan kasus Raja Jokowi. Kami dituduh sebagai pelaku. Tapi setelah terungkap, siapa pelakunya? Timnya dia sendiri kan," ucap Umar.

No comments